Langsung ke konten utama
AGAR UNTUNG TERUS Sebanyak apapun harta seseorang-hatta melimpah ruah sampai tumpah-tumpah, sehebat apapun kedudukan dan kekuatan seseorang, -hatta menjadi penguasa terlama, atau setenar apapun seseorang –hatta selebritas yang dipuja dan dipuji manusia seantero jagat raya, tanpa dibarengi EMPAT HAL, tetap saja mereka dikategorikan berada dalam kerugian. Sebaliknya, tanpa harta, tanpa tahta, atau tanpa popularitas, seseorang dikategorikan orang yang tidak rugi apabila memiliki EMPAT HAL. Apa saja? Simak poin-poin berikut. SATU: IMAN, yaitu iman yang meliputi setiap hal yang mendekatkan diri kepada Allah berupa keyakinan yang benar dan ilmu yang bermanfaat. DUA: AMAL SALEH, yaitu amalan yang meliputi setiap perkataan dan perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah azza wajalla yang dilandasi keikhlasan karena Allah semata dan mengikuti petunjuk Rasulullah Muhamad salalahu alaihi wasalam. TIGA: SALING BERWASIAT DALAM KEBENARAN, yaitu saling berwasiat untuk mengerjakan kebaikan dan menganjurkannya. EMPAT: SALING BERWASIAT DALAM KESABARAN. Yaitu hendaknya satu sama lain saling mewasiatkan kesabaran dalam mengerjakan perintah Allah dan meninggalkan apa yang diharamkan serta dalam menanggung takdir (ketentuan-ketentuan) Allah. Nah, sudahkah kita saat ini memiliki EMPAT HAL tersebut? Belum? Berarti kita masih digolongkan ke dalam orang-orang yang merugi. Mari kita ingat-ingat EMPAT HAL di atas sebagai langkah awal untuk memahami dan selanjutnya melaksanakan EMPAT HAL tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahta atau Takhta?

Harta, tahta, dan wanita. Tiga kata ini sering kita dengar atau kita baca terkait dengan tiga jenis godaan bagi manusia di dunia. Namun sekarang kita tidak akan membahas esensi materi tiga kata tersebut. Fokus kita tertuju kepada bentuk kata tahta. Apakah penggunaan kata tahta sudah benar? Apakah ada bentuk kata lain yang digunakan masyarakat pengguna bahasa? Kata tahta ternyata bersaing dengan kata takhta . Hasil pengecekan penulis dalam mesin pencari kata daring, ditemukan kata tahta dan takhta. Berikut kutipannya. (1) Upacara Naik Tahta Kaisar Naruhito Dilaksanakan Pagi Ini (https://www.cnnindonesia.com/internasional/20190501080200-113-391032/upacara-naik-tahta-kaisar-naruhito-dilaksanakan-pagi-ini) (2) Kilas Balik Pergantian Tahta pada Masa Kerajaan di Indonesia (https://www.kompasiana.com/tomidwikinugraha7577/5c619ab6677ffb39292d44e3/kilas-balik-pergantian-tahta-pada-masa-kerajaan-di-indonesia) (3) Takhta (https://id.wikipedia.org/wiki/Takhta) Lalu bentuk kata mana yang dibakuka...

Agar Supaya

Dalam kegiatan berbahasa, terutama bahasa lisan, penggunaan kata agar supaya kerap kita dengar. Perhatikan contoh berikut. (1) “ Agar supaya giat belajar, siswa harus terus dimotivasi,” ujar salah satu peserta rapat. (2) Penanggulangan banjir harus segera dilaksanakan agar supaya kerugian bisa terkurangi. Apakah pengggunaan kata agar supaya di atas sudah memenuhi kaidah kalimat efektif dan sesuai dengan ragam bahasa Indonesia baku? Ikuti penjelasan berikut untuk menemukan jawabannya! Salah satu ciri kalimat efektif adalah adanya kehematan penggunaan kata, frasa, atau bentuk lain. Arifin dan Tasai (2006) menjelaskan, penghematan di sini dimaksudkan tidak menggunakan kata yang memang tidak diperlukan. Caranya adalah menghindari menggunakan kata yang bersinonim dalam satu kalimat. Di satu sisi, kata agar dan supaya dalam KBBI V sama-sama digolongkan ke dalam jenis kata penghubung. Makna kedua kata tersebut adalah kata penghubung untuk menandai harapan. Dengan kata lain dapat kita t...

membawahi atau membawahkan?

Cermatilah dua contoh kalimat berikut; a)Kepala sekolah itu membawahi tiga orang wakil kepala sekolah b)Kepala sekolah itu membawahkan tiga orang wakil kepala sekolah Menurut hemat Anda, dari dua kalimat di atas (a) dan (b), kalimat manakah yang lebih tepat? Ya, selamat, Anda benar jika Anda memilih contoh kalimat terakhir (b). Mengapa demikian? ikuti penjelasan berikut ini. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Pusat Bahasa edisi keempat menjelaskan bahwa kata bentukan membawahi bermakna menempatkan diri di bawah perintah seseorang. Sedangkan kata bentukan membawahkan bermakna menempatkan (sesuatu) di bawah; memegang pimpnan; mengepalai. Berdasarkan penjelasan makna membawahi dan membawahkan di atas, jelas betul bagi kita bahwa, kalimat Kepala sekolah itu membawahkan tiga orang wakil kepala sekolah adalah kalimat yang lebih tepat. Kita tahu kedudukan kepala sekolah di atas wakil kepala sekolah sehingga makna yang ada dalam kalimat tersebut kepala sekolah menempatkan wakil...