Langsung ke konten utama

Santri atau Santeri

Pertanyaan di atas sama dengan pertanyaan-pertanyaan berikut;
PUTRA – PUTRI atau PUTERA – PUTERI?
ISTRI atau ISTERI?
SASTRA atau SASTERA?
J.S. Badudu, dalam bukunya, Inilah Bahasa Indonesia yang Benar, jilid ke-III menyebutkan, berdasarkan EYD, kata asing yang asalnya bergugus konsonan seperti istri, putra, putri, sastra, pabrik, gugus konsonannya tak usah disisipi dengan e. istri tidak dijadikan isteri, atau sastra tidak dijadikan sastera.
Adapun kata bergugus konsonan dari bahasa daerah atau yang serumpun dan gugus konsonannya ada pada suku kata pertama, maka gugus konsonan itu dipisahkan dengan e. Contoh trampil menjadi terampil, trap menjadi terap. Bila gugus konsonan berada di tengah suku kata, biarkan saja. Contohnya gembleng dan gembrot.
Gugus konsonan pada kata istri, putra, putri, sastra, terdapat pada tengah kata sehingga tidak menimbulkan kesukaran dalam membentuk kata-kata itu dengan imbuhan. Yang bergugus konsonan pada suku awal kata saja tidak disisipkan e pada gugus konsonan itu, apalagi yang gugus konsonannya di tengah kata seperti istri dan yang lainnya.
Nah, sekarang Antum sudah tahu mana yang benar, Santri atau Santeri? Wallahu 'alam (Tata Tambi)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahta atau Takhta?

Harta, tahta, dan wanita. Tiga kata ini sering kita dengar atau kita baca terkait dengan tiga jenis godaan bagi manusia di dunia. Namun sekarang kita tidak akan membahas esensi materi tiga kata tersebut. Fokus kita tertuju kepada bentuk kata tahta. Apakah penggunaan kata tahta sudah benar? Apakah ada bentuk kata lain yang digunakan masyarakat pengguna bahasa? Kata tahta ternyata bersaing dengan kata takhta . Hasil pengecekan penulis dalam mesin pencari kata daring, ditemukan kata tahta dan takhta. Berikut kutipannya. (1) Upacara Naik Tahta Kaisar Naruhito Dilaksanakan Pagi Ini (https://www.cnnindonesia.com/internasional/20190501080200-113-391032/upacara-naik-tahta-kaisar-naruhito-dilaksanakan-pagi-ini) (2) Kilas Balik Pergantian Tahta pada Masa Kerajaan di Indonesia (https://www.kompasiana.com/tomidwikinugraha7577/5c619ab6677ffb39292d44e3/kilas-balik-pergantian-tahta-pada-masa-kerajaan-di-indonesia) (3) Takhta (https://id.wikipedia.org/wiki/Takhta) Lalu bentuk kata mana yang dibakuka...

membawahi atau membawahkan?

Cermatilah dua contoh kalimat berikut; a)Kepala sekolah itu membawahi tiga orang wakil kepala sekolah b)Kepala sekolah itu membawahkan tiga orang wakil kepala sekolah Menurut hemat Anda, dari dua kalimat di atas (a) dan (b), kalimat manakah yang lebih tepat? Ya, selamat, Anda benar jika Anda memilih contoh kalimat terakhir (b). Mengapa demikian? ikuti penjelasan berikut ini. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Pusat Bahasa edisi keempat menjelaskan bahwa kata bentukan membawahi bermakna menempatkan diri di bawah perintah seseorang. Sedangkan kata bentukan membawahkan bermakna menempatkan (sesuatu) di bawah; memegang pimpnan; mengepalai. Berdasarkan penjelasan makna membawahi dan membawahkan di atas, jelas betul bagi kita bahwa, kalimat Kepala sekolah itu membawahkan tiga orang wakil kepala sekolah adalah kalimat yang lebih tepat. Kita tahu kedudukan kepala sekolah di atas wakil kepala sekolah sehingga makna yang ada dalam kalimat tersebut kepala sekolah menempatkan wakil...

Santri Yatim Membully Sederajat?

Reporter : Maulana Fajar A.S PTS adalah kepanjangan dari penilaian tengah semester dan PTS adalah waktu pembully-an itu terjadi tepatnya pada tanggal 23/09/2024 dan kelas menjadi tempat kejadian perkaranya. Semua ini berawal dari santri yatim yang mempunyai rasa dendam terhadap teman sendiri yang sama-sama yatim.aksi dilakukan dengan cara sembunyi-sembunyi berupa pencoretan nama baik sikorban,pelaku yang merasa puas pun merasa tidak bersalah sama sekali.dan tidak merasa akan ketahuan,pada kenyataan nya salah. Aksi yang dilakukan pelaku ketahuan,tepatnya oleh pengawas ruangan ujian.merasa ada yang jangkal dibagian pengabsenan,sang pengawas ruangan pun melihat terdapat sebuah nama yang dicoret besar.sang pengawas pun menarik napas panjang-panjang dan berkata “siapa yang melakukan ini?!,mencoret-coret nama orang lain?” Bersambung...