Langsung ke konten utama

KURANGNYA LITERASI MASYARAKAT INDONESIA

Reporter : Abimanyu caesar Prasetyo 9A. kumpulan mahasiswa se-jakarta membuat dan membuka sebuah perpustakaan kecil di berbagai daerah kota jakarta, dikarenakan dan ditujukan untuk masyarakat yang minim akan kemampuan literasinya terutama untuk para pelajar, mahasiswa dan warga. Kurangnya literasin masyrakat indonesia sangat miris, menurut data penelitian READING ASSOCIATION OF SINGAPORE, tercatat
Bahwa indonesia mendapat peringkat merah dalam literasi, sekitar 295 masyarakat.
CEO OF READING ASSOCIATION OF SINGAPORE, Abimanyu caesar, mengatakan:
saat ini atau di tahun 2024 ini,saya sangat turut prihatin terhadap kurangnya literasi di indonesia, pada (8/9/24) ini kami telah menghubungi pemerintah indonesia agar kembali menghidupkan sumber daya masyarakat yang penting selain jasa, kebutuhan sandang, pangan, papan, yaiu LITERASI!, dan pada (9/9/24) ini saya telah mendapatkan kabar bahwa, sekitar 290 remaja se-Jakarta telah membuka banyak perpustakaan di berbagai macam daerah namun, sampai saat ini baru kota Jakarta yang tersebar.
PERHIMPUNAN MAHASISWA KUTU BUKU JAKARTA, juga mengabarkan bahwa,
kami akan melakukan ekspansi atau perluasan ke berbagai daerah selian kota Jakarta ini.
salah seorang remaja, udin mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan ini,
ALHAMDULILLAH...!, dengan adanya kegiatan ini saya jadi tertarik untuk terus meningkatkan literasi.
ujarnya singkat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahta atau Takhta?

Harta, tahta, dan wanita. Tiga kata ini sering kita dengar atau kita baca terkait dengan tiga jenis godaan bagi manusia di dunia. Namun sekarang kita tidak akan membahas esensi materi tiga kata tersebut. Fokus kita tertuju kepada bentuk kata tahta. Apakah penggunaan kata tahta sudah benar? Apakah ada bentuk kata lain yang digunakan masyarakat pengguna bahasa? Kata tahta ternyata bersaing dengan kata takhta . Hasil pengecekan penulis dalam mesin pencari kata daring, ditemukan kata tahta dan takhta. Berikut kutipannya. (1) Upacara Naik Tahta Kaisar Naruhito Dilaksanakan Pagi Ini (https://www.cnnindonesia.com/internasional/20190501080200-113-391032/upacara-naik-tahta-kaisar-naruhito-dilaksanakan-pagi-ini) (2) Kilas Balik Pergantian Tahta pada Masa Kerajaan di Indonesia (https://www.kompasiana.com/tomidwikinugraha7577/5c619ab6677ffb39292d44e3/kilas-balik-pergantian-tahta-pada-masa-kerajaan-di-indonesia) (3) Takhta (https://id.wikipedia.org/wiki/Takhta) Lalu bentuk kata mana yang dibakuka...

Agar Supaya

Dalam kegiatan berbahasa, terutama bahasa lisan, penggunaan kata agar supaya kerap kita dengar. Perhatikan contoh berikut. (1) “ Agar supaya giat belajar, siswa harus terus dimotivasi,” ujar salah satu peserta rapat. (2) Penanggulangan banjir harus segera dilaksanakan agar supaya kerugian bisa terkurangi. Apakah pengggunaan kata agar supaya di atas sudah memenuhi kaidah kalimat efektif dan sesuai dengan ragam bahasa Indonesia baku? Ikuti penjelasan berikut untuk menemukan jawabannya! Salah satu ciri kalimat efektif adalah adanya kehematan penggunaan kata, frasa, atau bentuk lain. Arifin dan Tasai (2006) menjelaskan, penghematan di sini dimaksudkan tidak menggunakan kata yang memang tidak diperlukan. Caranya adalah menghindari menggunakan kata yang bersinonim dalam satu kalimat. Di satu sisi, kata agar dan supaya dalam KBBI V sama-sama digolongkan ke dalam jenis kata penghubung. Makna kedua kata tersebut adalah kata penghubung untuk menandai harapan. Dengan kata lain dapat kita t...

Santri Yatim Membully Sederajat?

Reporter : Maulana Fajar A.S PTS adalah kepanjangan dari penilaian tengah semester dan PTS adalah waktu pembully-an itu terjadi tepatnya pada tanggal 23/09/2024 dan kelas menjadi tempat kejadian perkaranya. Semua ini berawal dari santri yatim yang mempunyai rasa dendam terhadap teman sendiri yang sama-sama yatim.aksi dilakukan dengan cara sembunyi-sembunyi berupa pencoretan nama baik sikorban,pelaku yang merasa puas pun merasa tidak bersalah sama sekali.dan tidak merasa akan ketahuan,pada kenyataan nya salah. Aksi yang dilakukan pelaku ketahuan,tepatnya oleh pengawas ruangan ujian.merasa ada yang jangkal dibagian pengabsenan,sang pengawas ruangan pun melihat terdapat sebuah nama yang dicoret besar.sang pengawas pun menarik napas panjang-panjang dan berkata “siapa yang melakukan ini?!,mencoret-coret nama orang lain?” Bersambung...